CALL CENTRE DENPASAR DICONTOH DAERAH LAIN
Keberadaan pusat layanan publik dan kegawatdaruratan Call centre yang dibangun Pemkot Denpasar mendapat sambutan antusias puluhan daerah lain di Indonesia. Demikian diungkapkan Wakil Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra SE Msi didampingi Kepala Kantor Pengolahan Data Elektronik dan Komunikasi (KPDEKom) Kota Denpasar usai menghadiri workshop call centre yang digelar Majalah Warta e-Gov di Jakarta, Kamis (13/3). “Rancang bangun dan sistem penanganan gawat darurat dan layanan publik call centre Kota Denpasar menjadi kajian dalam workshop tersebut karena sudah terintegrasi dan berfasilitas lengkap,†jelas Wawali Rai D Mantra.
Lebih jauh Kepala KPDEKom Dewa Made Agung menambahkan call centre di nomor 223333 menangani kondisi gawat darurat, keluhan dan pengaduan atas layanan publik, manajemen lalu lintas serta antisipasi bencana. “Lewat sistem safe community yang telah dibangun, call centre menjadi koordinator lalu lintas informasi dan koordinasi ke empat pos Safe Community yang ada,†jelas Dewa Agung. Misalnya begitu terdeteksi kebakaran, petugas call centre segera mengkoordinasi dengan petugas PMK untuk menanganinya. “Begitu juga jika terjadi bencana banjir, pohon tumbang dan bencana lainnya, petugas call centre segera mengkoordinasi dengan instansi yang menangani,†jelas Dewa Agung yang juga Manajer RPKD 91.45 FM ini.
Manajemen lalu lintas dilakukan melalui kerjasama instansi terkait dan Radio Pemkot (RPKD). “Informasi lalu lintas yang diterima, dipancarluaskan lewat Radio Pemkot sehingga masyarakat dapat mengetahui kondisi lalu lintas,†jelasnya. Kondisi ini sebagai panduan berkendara sehingga masyarakat tidak terjebak macet. Radio juga bertugas menyebarluaskan potensi bencana yang terjadi. “Lewat CCTV, kawasan Pantai Sanur dapat terpantau sehingga begitu ada potensi tsunami segera disampaikan pada masyarakat lewat radio,†jelasnya. Kerjasama dengan BMG yang memasang alat pemantau gempa, memudahkan call centre menginformasikan bencana gempa yang terjadi. “Letak, posisi dan berpotensi tsunami atau tidak terpantau lewat alat BMG dan segera disebarkan ke masyarakat luas,†tegasnya.
Sistem kompleks melibatkan berbagai instansi pelayanan publik, kegawatdaruratan dan bencana ini membuat peserta workshop mengapresiasi Call Centre Pemkot Denpasar. “Biasanya call centre di berbagai kota hanya melayani keluhan dan pengaduan lewat sms gateway, belum ada yang selengkap Denpasar,†tegas Dewa Agung. Hal senada ditegaskan Kepala Call Centre Kabupaten Sleman Eko Suryadi. Pihaknya tertarik menerapkan sistem serupa untuk antisipasi bencana Gunung Merapi. JB Soesetiyo Dewan Redaksi Warta e-Gov menyatakan bahwa pemerintahan berbasiskan teknologi informasi dan komputer (TIK) yang disebut e-Government merupakan keharusan. “Dengan e-Gov pemerintah dapat meningkatkan layanan publik secara cepat, efektif dan berbiaya terjangkau,†tegas Soesetiyo yang juga Redpel Warta Ekonomi ini. Setiap tahun Warta e-Gov memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah yang memajukan e-Gov untuk memotivasi peningkatan kualitas layanan publik.