PAMERAN HUT 18 KOTA DENPASAR
Meskipun Denpasar saat ini masih relatif usianya muda, tapi sudah mampu memberikan pelayanan publik kepada rakyatnya dengan baik. Bahkan dalam penilaian dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menempatkan Kota Denpasar meraih poin tertinggi dalam integritas terhadap pelayanan publik. â€Keberhasilan Denpasar patut ditiru oleh kabupaten lainnya di Bali termasuk jajaran SKPD di Propinsi Bali,†kata Gubernur Bali Made Mangku Pastika dihadapan para awak media massa disela-sela mengunjungi pameran pelayanan publik serangkaian HUT ke- 18 Kota Denapsar, Selasa (2/3) di depan Pura Agung Jagatnata.
Lanjut Mangku Pastika didampinggi Wali kota IB.Rai Dharmawijaya Mantra meskipun demikian kedepan Denpasar tetap perlu berbenah untuk meningkatkan pelayanan. Selain itu sebagai ibukota propinsi Bali Denpasar juga memiliki tantangan yang cukup berat dalam menata wajah kota. Kedepan masalah kebersihan dan bangunan liar, termasuk warung-warung tanpa ijin harus ditindak. Menurut Mangku Pantika jangan sampai bangunan tanpa ijin marak berdiri di Denpasar. Untuk itu dalam pengawasannya masyarakat hendaknya ikut berpartisipasi. Selebihnya dalam sambutan selaku pembina upacara Hut ke-18 Kota Denpasar, Gubernur Mangku Pastika menekankan tingkat kesejahteraan masyarakat akan sangat tergantung pada tingkat pelayanan publik yang disediakan oleh pemerintah daerah. Mengenai pelayanan publik sudah menjadi isu strategis dimana tingkat kualitas pelayanan publik diharapkan akan memperbaiki citra pemerintah daerah dimata masyarakat, karena dengan kualitas pelayanan publik yang semakin baik, kepuasan dan kepercayaan masyarakat akan diwujudkan.
Terkait pelaksanaan pemilihan umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di 6 kabupaten / kota dan dilaksankan secara serentak di lima kabupaten/kota termasuk Denpasar. Untuk itu diharapkan Pemkot Denpasar bersama komponen masyarakat selalu menjaga situasi yang kondusif untuk ikut berpartisipasi aktif dalam mensukseskan Pilkada. Hendaknya momentum dimaksud dapat dipakai sebagai wahana pembelajaran politik guna meningkatkan pendidikan dan kesadaran politik masyarakat serta untuk memberikan kesempatan secara langsung menentukan pimpinan daerahnya sesuai hati nurani.