SEMINAR TEKNOLOGI INFORMASI & BUDAYA
Dalam rangka Dies Natalis STIKOM BALI ke-5, STIKOM BALI (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer) menyelenggarakan Seminar Teknologi Informasi dan Budaya dengan tema “ Peranan dan Perkembangan Teknologi Informasi di bidang Budaya “ . Seminar dibuka Walikota Denpasar yang diwakili Drs. I K. Natha Wibawa, MH. Kepala Kantor Pengolahan Data Elektronik dan Komunikasi (KPDEKom) Kota Denpasar, bertempat di Inna Bali Hotel, Jalan Veteran No. 3 Denpasar, Selasa (7/8).
Dalam sambutan Walikota Denpasar yang dibacakan Kepala Kantor Pengolahan Data Elektronik dan Komunikasi Kota Denpasar menyampaikan bahwa, Teknologi Informasi dan Komunikasi atau yang lebih dikenal dengan istilah ICT semakin maju diabad ini. Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan kunci sukses dalam setiap aktivitas manusia yang hidup saat ini dan saat mendatang. Teknologi Informasi saat ini telah menjadi prasyarat mutlak bagi setiap sumber daya manusia. Oleh karena manusia tidak dapat terlepas dari budaya, maka budaya manusia sangat menentukan keberhasilan pemanfaatan teknologi informasi.
Pemerintah Kota Denpasar yang memiliki visi terciptanya Kota Denpasar Berwawasan Budaya dengan keharmonisan dalam keseimbangan secara berkelanjutan, sangat mendukung upaya-upaya untuk mensinergikan teknologi informasi dengan budaya Sinergi positip ini akan menghasilkan kehidupan yang damai sejahtera dan tentram.
Sesuai dengan konsep Kota Denpasar tahun mendatang akan mengoptimalkan sarana Teknoligi Informasi yang dibangun untuk diupayakan pemanfaatan semaksimal mungkin guna mendukung wawasan budaya sebagai visi Pemerintah Kota Denpasar. Teknologi Informasi yang dikembangkan merupakan kegiatan yang saling menunjang, artinya pengembangan Teknologi Informasi untuk membangkitkan budaya Bali dan sebaliknya budayapun digerakkan menyesuaikan dengan perkembangan Teknologi Informasi.
Selanjutnya pemberian materi seminar oleh penyaji ; 1. KRMT Roy Suryo Notodiprojo (Pemerhati & Ahli Teknologi Informasi). 2. Putu Wiratha Dwikora (Pemerhati Kebudayaan & Kritikus Seni Bali). 3. Wayan Juniartha (Pemerhati Kebudayaan & Penulis).