Denpasar menuju smart city, hal itu semakin ditekankan oleh Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra, agar Kota Denpasar tidak kalah bersaing dengan kota lain yang sudah menerapkan smart city. Oleh karena itu pada selasa (5/5) di aula lantai 2 Gedung Sewaka Dharma Lumintang diadakan rapat beserta tim pengkaji dari UNUD yang diketuai oleh ibu Ir. Linawati, MEngSc., PhD membahas dan sharing informasi tentang smart city. Smart City mempunyai arti yang luas, tidak hanya berdasarkan pada aspek Teknologi Informasi saja, namun pada banyak aspek yang mempengaruhi perkembangan kota itu sendiri. Namun smart city tidak bisa lepas dari penggunaan teknologi informasi. Rapat tersebut dipimpin oleh kepala dinas Kominfo I Dewa Made Agung.
Menurut Kepala Dinas Kominfo, Kota Denpasar sudah banyak mempunyai aplikasi yang mendukung smart city, hanya saja masih perlu untuk mengimplementasikan dan mengintegrasikan yang sudah ada saat ini. “Sebenarnya Kota Denpasar tidak kalah bersaing dengan kota besar lainnya, hanya saja yang perlu diperhatikan dalam pengemasan dan penampilannya. Sehingga data yang ada bisa diintegrasikan sehingga lebih mudah dipergunakan untuk keperluan pelayanan publik yang lebih baik,” ujar I Dewa Made Agung.
Menurut ibu Lina trend saat ini adalah penggunaan wifi (Wireless Fidelity) yang mengubah paradigma mobile data yang menggunakan pulsa. Oleh karena itu pembangunan infrastruktur harus lebih ditingkatkan, karena dengan infrastruktur yang bagus bisa menjadi dasar perkembangan Kota kearah kota pintar. Selain itu dengan infrastruktur yang baik, sehingga konektifitas bisa terjaga dengan baik. Smart city selain diperlukan infrastruktur, juga diperlukan smart leadership sehingga bisa menghasilkan smart planning agar tercipta perencanaan (blue print) yang baik untuk pembangunan kota Denpasar.
Blue Print diperlukan sehingga kedepan perkembangan kota Denpasar menjadi matang dan terarah. Sehingga konsep G2G (Government to Government), G2C (Government to Citizen), G2B (Government to Business) dan G2E (Government to Employee) bisa berjalan dengan baik dan seimbang. Selain itu juga diperlukan pembentukan Data Ware House (Database terpadu) sehingga bisa membuat sebuah Decision Support System dalam setiap pengambilan keputusan sehingga data yang ada valid dan factual.(gsd)
10 November 2025
26 Oktober 2025
25 September 2025