Menu

Global Game Jam “Sing Ngejam Sing Mulih”

  • Selasa, 02 Februari 2016
  • 1045x Dilihat

Global Game Jam (GGJ) adalah ajang kolaborasi dari para game developer yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia salah satunya yang ada di Denpasar. Tahun ini Gobal Game Jam diadakan di Stmik Primakara Jln. Tukad Badung 135 Denpasar lantai 4. Dalam acara ini game developer memiliki kesempatan untuk berkumpul bersama, menuangkan kreativitas, berbagai pengalaman, dan menambah wawasan serta mengekpresikan diri dengan membuat game .

Di acara event tahunan Global Game Jam, akan banyak bertemu dengan orang-orang baru dan saling berkolaborasi untuk membuat suatu game dalam waktu 48 jam. Dengan tema “Sing Ngejam Sing Mulih” yang didukung oleh Intel Indonesia, Dicoding, Kumpul, Hubud, serta Acenet. Nantinya game yang telah jadi akan dipublish pada situs Global Game Jam dan dipresentasikan di hadapan peserta lainnya. Hak cipta game tersebut tetap milik peserta, jadi walaupun GGJ sudah selesai para peserta dapat mengembangkan game tersebut.

Peserta terdiri dari 60 orang menjadi 10 team, sebagian peserta terdiri dari kalangan SMA, mahasiswa dan umum serta pelaku industri game development, ada juga dari dua peserta yang masih duduk dibangku SMP. Dari panitia tidak ada batasan untuk tools apa yang digunakan tapi  tools kali ini banyak menggunakan Contruc2, Corona SDK dan Unity.

Acara dibuka sambutan dari pihak sponsor lalu di lanjutkan dengan sharing session tentang art dan musik game oleh rekan-rekan dari game Dragon Game Studio dan Miracle Gates Studio. Dan dilajutkan perkenalan tentang Global Game Jam, pada akhir acara di tanggal 31 Januari 2016 para jammer (sebutan untuk peserta GGJ) lalu dilanjutkan dengan pizza party dan presentasi game yang telah dibuat selama 48 jam nonstop.

Menurut Gusti Putu Aditya P “Tujuan dari acara GGJ sebagai katalis dan pemicu perkembangan industri game development di Bali, karena banyak studio baru yang terlahir karena game jam. Semakin banyak yang terlibat dalam industri game development, maka semakin besar juga peluang Bali akan diakui sebagai daerah dengan industri kreatif digital yang maju dan layak diperhitungkan”. Sedangkan untuk para game developer, ajang ini dapat dijadikan sarana untuk bersilaturahmi, sharing, berbagi dan bertemu orang-orang baru.

Harapannya semoga GGJ tahun depan bisa dipersiapkan lebih matang lagi, lebih heboh lagi, dan lebih menyenangkan. Dan peserta yang ikut untuk tahun depan lebih banyak lagi mengingat GGJ tidak harus bisa coding ataupun design tetapi semua orang boleh jadi peserta, asal punya minat untuk membuat game, menyukai game dan ada kemauan untuk belajar kata Aditya.