Menu

Humas Agar Lebih Responsif

  • Kamis, 24 Februari 2022
  • 346x Dilihat

Perkembangan teknologi digital membuat berbagai sektor mesti bertransformasi. Termasuk sektor publik yaitu bidang kehumasan pemerintah. "Era sekarang berbeda dengan era sebelumnya, dimana jaman media massa konvensional digantikan media digital baik media online dan media sosial yang mempunya karakter sangat berbeda," jelas Kelompok Ahli Gubernur Bali I Wayan Juniartha saat Webinar Pengelolaan Komunikasi Krisis di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali Kamis (24/2) pagi via zoom meeting. Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Denpasar Dr. IB Alit Adhi Merta SSTP M.Si bersama jajaran tampak hadir dalam webinar tersebut.

Pejabat kehumasan mesti memahami karakter media online dan media sosial yang menekankan pada kecepatan dan adanya komunikasi intensif dua arah. Oleh karenanya diperlukan petugas kehumasan yang responsif. "Kalau dulu jaman media konvensioanla komunikasi hanya searah sehingga materi komunikasinya tidak bisa direspon langsung masyarakat," ujar wartawan senior ini kepada peserta Forum Dialog Kehumasan Provinsi Bali. Oleh karenanya Jun, panggilan akrabnya, meminta agar pejabat kehumasas pemerintah memahami karakter media digital sehingga bisa bersikap bijak dan cermat dalam menangani kegiatan kehumasan.

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik Provinsi Bali I Gede Pramana menyatakan bahwa aparatur sipil negara juga dapat memanfaatkan media digital dengan bijak. "Misalnya dengan bersama-sama mengunggah kegiatan dinas dan program pemerintah di media sosial masing-masing," tegas Kadis Gede Pramana lebih lanjut. PIhaknya berharap jika semua ASN mau melakukan seperti itu maka program pemerintah akan dapat tersosialisasikan dengan massif dan cepat. "ASN juga mesti berhati-hati dalam menyebarluskan informasi, pastikan kebenaran dan akurasinya baru share agar tidaki terjebak mengirimkan beita bohong atau hoaks," jelas Gede Pramana lagi