Menu

Jangan Biarkan Budaya Hilang Karena Teknologi, Manfaat Teknologi Untuk Mengembangkan Budaya Bali

  • Senin, 13 April 2015
  • 2332x Dilihat

Pemerintah Kota Denpasar sangat peduli terhadap perkembangan budaya Bali. Selain pada Bahasa dan Aksara Bali, Cerita/Satua Bali, Cecimpedan, Sesonggakan serta Pupuh dan Kekawin pun mulai tidak dilirik oleh anak muda. Para anak muda menganggap hal tersebut hanya untuk orang-orang tua saja. Mereka bahkan menganggap hal-hal tersebut tidak gaul dan up to date. Oleh karena itu Pemerintah Kota Denpasar ingin membuat sebuah Website berbahasa Bali, website ini nantinya diharapkan bisa sebagai media pembelajaran edukatif Bahasa Bali. Untuk itu Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Denpasar mengadakan pertemuan di ruangan Kepala Dinas Kominfo di Gedung Graha Sewaka Dharma Lantai 3 pada Senin (13/4).

Website Bahasa Bali ini diharapkan bisa dipergunakan dalam percakapan sehari-hari yang berguna bagi wisatawan domestik maupun internasional yang ingin mengetahui tentang bahasa Bali. Di website ini menampilkan Bahasa Bali Pasar, yaitu bahasa Bali yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, sehingga wisatawan yang ingin bisa berkomunikasi menggunakan bahasa Bali bisa lebih akrab dengan penduduk setempat.

Fitur edukatif yang ditampilkan antara lain satua Bali, Pupuh, Kekawin, Cecimpedan, Sesonggakan, kamus Bahasa Bali dan pengenalan Aksara Bali ( a na ca ra ka ...) melalui media suara.

“Pembuatan Website Bahasa Bali ini sangat bagus dan diharapkan bisa membantu baik para pelajar maupun wisatawan yang ingin belajar tentang Bahasa Bali, selain itu juga sesuai dengan motto Kota Denpasar yang berwawasan budaya agar tidak meninggalkan Budaya Bali karena perkembangan teknologi tetapi malah mengembangkan Budaya Bali lewat Teknologi,” ujar I Dewa Made Agung Kadis Kominfo. (gsd)