Tri Hita Karana ditetapkan sebagai landasan pembangunan Bali dari tahun 1969 pada awal Repelita I, dan pada saat KTT APEC 2013 di Nusa Dua dijadikan ikon terhadap landasan pembangunan berkelanjutan global (Global Suistainable Development). Di tahun ini Yayasan Tri Hita Karana Award menilai Graha Sewaka Dharma pada Senin 20 Oktober 2014. Pada penilaian ini selain melibatkan Kadis Diskominfo dan Kepala UPT Pelayanan Informasi Publik juga melibatkan Kasubag dari Dinas Catatan Sipil, Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu dan Penanaman Modal, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pariwisata dan UPT Lab BLH.
“Sesuai dengan spirit“Sewaka Dharma” (Melayani Adalah Kewajiban) diharapkan dapat melakukan perubahan pola pikir dan kontrol publik terhadap kinerja Pelayanan Publik, yang juga berkaitan erat dengan Tri Hita Karana sebagai ide central yang telah lama berkembang di masyarakat, yakni kearifan lokal yang penyesuaiannya dapat selaras dengan Pemerintah,” ungkap Kadis Kominfo Dewa Made Agung. Dewa Made Agung juga menambahkan dengan memadukan antara spirit pelayanan dengan kemajuan teknologi, Pemerintah Kota Denpasar terus melakukan inovasi dan kreatifitas dalam hal pelayanan kepada masyarakat.
Dari penilaian di bidang Parahyangan, Graha Sewaka Dharma memiliki Padmasana dan Penunggun Karang yang dibuat lebih tinggi dari areal sekitarnya dan ditanami berbagai jenis tanaman sebagai pelengkap sarana dan prasarana persembahyangan.
Di bidang Palemahan Graha Sewaka Dharma mempunyai taman yang berkonsep Sewaka Kerta Mandala yang berarti bagian dari keinginan yang sungguh-sungguh untuk memberikan pelayanan dari hati (sewaka) sehingga diharapkan akan dapat memberikan ketentraman, keteduhan hati dan suasana serta kesejahteraan bagi masyarakat yang berkunjung serta para karyawan. Tanaman yang ada di areal ini sebagian besar tanaman gumi banten, yaitu tanaman bahan upacara atau tanaman yang dimanfaatkan dalam pelaksanaan upacara yadnya.Di bidang Pawongan Graha Sewaka Dharma mempunyai fasilitas penunjang terutama untuk pengunjung disabilitas, seperti tempat parkir khusus penyandang disabilitas, jalan khusus untuk tuna rungu, lift dengan huruf braile, konter khusus penyandang cacat dan petugas dengan bahasa isyarat. Disamping itu agar para pengunjung yang membawa anak lebih nyaman disediakan tempat bermain dan ruang menyusui. Disediakan juga kawasan khusus rokok yang ditujukan bagi para perokok baik pegawai maupun pengunjung yang ada di kawasan Graha Sewaka Dharma. Kawasan ini terletak di luar gedung dengan deretan kursi di sekitar areal taman yang banyak ditumbuhi pepohonan sehingga tempatnya rindang dan nyaman.(gsd)
10 November 2025
26 Oktober 2025
25 September 2025