Menu

Memasuki hari ketiga pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfos) Kota Denpasar kembali hadir menyapa para siswa SMP melalui kegiatan edukasi literasi digital.

  • Rabu, 15 Juli 2026
  • 20x Dilihat

Memasuki hari ketiga pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfos) Kota Denpasar kembali hadir menyapa para siswa SMP melalui kegiatan edukasi literasi digital.


Kali ini, kegiatan dilaksanakan di lima sekolah, yaitu SMP PGRI 6 Denpasar, SMP Dharma Praja, SMP Bali Public School, SMP Negeri 11 Denpasar, dan SMP PGRI 4 Denpasar.
Bersama Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Bali, Mafindo Bali, serta Timedoor Academy, Kominfos Kota Denpasar mengajak para siswa mengenal dunia digital secara lebih dekat. Bukan hanya belajar cara menggunakan teknologi, tetapi juga memahami cara bersikap yang baik saat berada di internet.
Para siswa diajak membahas berbagai hal yang sering ditemui sehari-hari, mulai dari hoaks, keamanan data pribadi, perundungan siber, hingga cara menggunakan media sosial secara bijak. Intinya, sebelum mengetik komentar atau membagikan informasi, ada baiknya berpikir terlebih dahulu. Jangan sampai jari bergerak lebih cepat daripada pikiran.


Suasana kegiatan berlangsung santai dan interaktif melalui diskusi, permainan edukatif, serta sesi tanya jawab. Para siswa terlihat antusias menyampaikan pendapat dan berbagi pengalaman mereka saat menggunakan internet dan media sosial.


Sesekali suasana kelas juga dipenuhi tawa. Ternyata, belajar tentang dunia digital tidak harus selalu serius. Namun, pesannya tetap penting: jangan mudah percaya dengan hadiah gratis, jangan sembarangan mengeklik tautan, dan jangan pernah memberikan kata sandi maupun kode OTP kepada siapa pun, termasuk kepada teman yang katanya “cuma pinjam sebentar”.
Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan tidak hanya semakin pintar menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki etika, kemampuan berpikir kritis, rasa tanggung jawab, serta kepedulian terhadap pengguna internet lainnya.
Kegiatan literasi digital ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Denpasar untuk membangun ekosistem digital yang aman, sehat, cerdas, dan berbudaya. Karena generasi digital yang hebat bukan hanya yang cepat mengikuti tren, tetapi juga yang tahu kapan harus berhenti, berpikir, dan mengecek kebenaran informasi.