Hari Raya Suci Galungan dan Kuningan semakin dekat, Galungan jatuh setiap Budha Kliwon wuku Dunggulan dan Kuningan jatuh pada Saniscara Kliwon wuku Kuningan tepat setelah 10 hari setelah hari raya Galungan.
Menyatukan rohani untuk kemenangan dharma di Hari Suci Galungan dan Kuningan diperlukan guna mengharapkan umat sedharma mendapatkan pikiran yang terang dan kebaikan. Inilah hakikat Galungan dan Kuningan memenangkan dharma melawan adharma dengan menyatukan rohani ungkap narasumber Dr. Ida Ayu Tari Puspa, S.Ag yang hadir di studio RPKD FM. Hari Raya Suci Galungan dan Kuningan identik dengan pemasangan penjor pada pintu masuk sebelah kanan setiap rumah yang merupakan persembahan ke hadapan Sang Hyang Widhi Wasa. Penjor dilambangkan sebagai gunung dari segala sumber kemakmuran yang diperlukan oleh seluruh makhluk hidup. Gunung adalah sumber dari sandang, pangan dan papan. Selain itu penghasil udara dan air oleh karena itu penjor dilengkapi dengan hasil bumi yang biasa disebut pala bungkah(umbi-umbian) dan pala gantung (buah-buahan) yang dihias sesuai budaya dan seni umat hindu. Kain putih kuning juga digunakan sebagai lambang keheningan, ketulusikhlasan dan kesucian rohani. Bagi warga kota yang akan melakukan persembahyangan di Pura Jagatnatha atau Pura Besar lainnya di Bali, mohon tetap mengikuti Prokes Pemerintah.
Via @radiopublikotadenpasar
10 November 2025
26 Oktober 2025
25 September 2025