Menu

PEMBANGUNAN INFORMASI TEKNOLOGI (IT) DI KOTA DENPASAR

  • Senin, 18 Juni 2007
  • 1020x Dilihat
Dalam rangka Pengembangan Cyberschool Kota Denpasar dan kaitannya dengan persiapan Website Cyberschool menjadi percontohan tingkat Nasional, maka telah diselenggarakan pertemuan di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Denpasar, Selasa 12 Juni 2007 yang dihadiri oleh ; Ketua dewan Pendidikan Kota Denpasar, KPDE Kota Denpasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Denpasar. Demikian disampaikan Ir. A.A Bagus Sudharsana, Dipl.Plg. Kepala Bappeda Kota Denpasar, Rabu (13/6). Selanjutnya disampaikan dinamika hasil pertemuan yang disarikan sebagai berikut :1. Website Cyberschool perlu ditingkatkan kualitasnya agar dapat memberikan informasi yang terkini tentang pendidikan kepada masyarakat dan dapat menjadi media interaktif antara anak didik dan pendidik untuk menunjang proses belajar mengajar. 2. Berkaitan dengan poin 1 diatas, perlu dilakukan upaya-upaya sebagai berikut : a. Peningkatan kualitas domain. b. Peningkatan kualitas sub domain. 3. E-learning agar dikembalikan pada konsep semula, hal tersebut disebabkan karena isi e-learning selama ini hanya memuat informasi terkait pendidikan yang disadur dari media massa. Padahal konsep e-learning adalah adanya proses interaktif antara anak didik dan pendidik (guru) dalam membahas materi pelajaran yang diajarkan di sekolah. Content (isi) yang ditampilkan dalam e-learning adalah berupa modul-modul pelajaran sekolah. 4. Perlu dibuat cetak biru (Blue print) keberlanjutan dan pengembangan situs Cyber School terkait dengan peningkatan coverage sub domain agar dapat menampilkan seluruh sekolah yang ada di Kota Denpasar baik sekolah negeri maupun swasta. Sehingga nantinya masyarakat mendapatkan informasi yang menyeluruh mengenai sekolah-sekolah yang ada di Kota Denpasar. 5. Terkait dengan peningkatan kualitas perencanaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Denpasar perlu dipikirkan adanya bagian perencanaan karena dalam struktur organisasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak terdapat bagian yang secara khusus menangani perencanaan.