Menu

Pembukaan Pameran Parfila BALIPHEX 2014

  • Senin, 17 November 2014
  • 1546x Dilihat

Prangkomasih digunakan dalam surat-menyurat di zaman modern ini. Berbagai prangko diterbitkan di semua negara dengan berbagai keunikan masing-masing. Sejak pertama kali ditemukan, prangko telah menjadi suatu penemuan yang mengubah jalannya komunikasi di seluruh dunia. Untuk itu di Bali diadakan Parfila (Pameran Regional Filateli) BALIPHEX 2014 yang bertujuan untuk memperkenalkan kembali kegiatan filateli di masyarakat sebagai bagian dari sosialisasi nilai-nilai kebangsaan, sejarah, seni, dan pendidikan. Acara pembukaan ini diadakan di UPT Monumen Perjuangan Rakyat Bali dan dihadiri oleh Direktorat Jendral Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementrian Komunikasi dan Informatika yang diwakili oleh Kasubdit Prangko dan Filateli Irawan Usman, Kepala Kantor Pos Denpasar, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Denpasar yang diwakili oleh Sekretaris Dinas I Ketut Sumerta, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar, Dinas Pariwisata Kota Denpasar, para kepala sekolah di Kota Denpasar, Ketua Pengurus Daerah Perkumpulan Filatelis Indonesia Provinsi Bali dan para siswa dari SMPN 10 Denpasar.

Parfila BALIPHEX 2014 sudah diadakan dari tahun 1992, dan diikuti para filatelis se-Bali sebanyak 5 kolektor dari Denpasar, Badung, Tabanan, Gianyar, dan Klungkung. Acara ini akan diadakan selama 7 hari dari tanggal 17 November 2014 sampai 23 November 2014. Acara ini merupakan media bagi para penggiat/komunitas untuk mengekspresikan dan mengaktualisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam kegiatan filateli seperti edukasi, seni, apresiasi, jiwa kompetisi maupun aspek ekonomi.

Koleksi prangko yang ditampilkan mulai dari prangko pertama di dunia, prangko pertama di Indonesia, prangko pertama terbitan Administrasi Pos Indonesia, prangko tematik, prangko tema Bali (Bali on Stamps), Postal Histori berupa sampul kuno antara lain sampul/amplop surat dengan cap Denpasar dan Singaraja tahun 1937, sampul peringatan seri kapal pesiar dunia, dan lainnya. Selain menampilkan prangko, ditampilkan juga pameran numismatic (uang kertas dan uang koin kuno) dan aneka barang antik lainnya.

“Dengan menulis surat secara tidak langsung kita sudah melatih diri kita agar rajin menulis dan sekaligus tidak meninggalkan budaya surat menyurat walaupun di era teknologi seperti sekarang ini,” ujar Irawan Usman. Dan di pameran kali ini diterbitkan prangko prisma seri BALIPHEX 2014 yang merupakan prangko resmi yang bisa digunakan untuk berkirim kabar ke seluruh dunia. Dan diterbitkan juga sampul peringatan pameran yang dicetak terbatas yaitu sebanyak 250 lembar dan kartu pos pameran dengan 8 desain berbeda.(gsd)