Menu

Pengembangan Infrastruktur TIK di Denpasar

  • Kamis, 03 Desember 2015
  • 1326x Dilihat

Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Denpasar kembali mendapatkan kunjungan terkait dalam pengembangan Infrastruktur Teknologi Informasi Komunikasi. Kepala Dinas Kominfo Denpasar menerima kunjungan kerja dari Kabupaten Karang Anyar, kunjungan kerja ini diadakan di Aula Madya Lantai II Gedung Graha Sewaka Dharma pada Kamis (3/12). Rombongan dipimpin oleh Kepala Bagian PDE Bapak Dahono dari Kabupaten Karang Anyar dan diterima oleh Kepala Dinas Kominfo I Dewa Made Agung, SE M.Si.

Tujuan kunjungan tersebut untuk saling sharing tentang kondisi TIK di Pemerintah Kota Denpasar untuk menambah wawasan Pemerintah Kabupaten Karang Anyar. Dalam pertemuan itu Pemerintah Kabupaten Karang Anyar menanyakan beberapa hal, antara lain mengenai Infrastruktur TIK di Kota Denpasar, Website Pemerintah Kota Denpasar, Perkembangan Aplikasi yang ada di Kota Denpasar, dan mengenai Perkembangan E-Government di Kota Denpasar.

Pemerintah Kota Denpasar dalam hal ini Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Denpasar sudah membuat sebuah rancangan perkembangan TIK di Kota Denpasar (Blue Print) yang bekerjasama dengan pihak Universitas Udayana. Dalam Blue Print juga dibahas mengenai perkembangan E-Government di Kota Denpasar dan bagaimana pentingnya pengintegrasian Data dalam pembuatan suatu Sistem Informasi. Blue Print ini juga yang menjadi pedoman Denpasar menuju Smart City. Agar Kota Denpasar tidak kalah bersaing dengan Kota-kota yang sudah menerapkan Smart City.

Menurut Kepala Dinas Kominfo pentingnya pengintegrasian data di sebuah Kota sangat penting, dan yang menjadi dasar untuk itu adalah peranan data-data yang valid. Data yang paling penting adalah data kependudukan, karena dari data kependudukan akan didapatkan NIK (No Induk Kependudukan) yang akan bisa dikembangkan untuk mendapatkan data-data yang lain. Jadi untuk mempermudah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat cukup dengan menunjukkan NIK.

Menurut Kepala Dinas Kominfo, Kota Denpasar sudah banyak mempunyai aplikasi yang mendukung smart city, hanya saja masih perlu untuk mengimplementasikan dan mengintegrasikan yang sudah ada saat ini. “Sebenarnya Kota Denpasar tidak kalah bersaing dengan kota besar lainnya, hanya saja yang perlu diperhatikan dalam pengemasan dan penampilannya. Sehingga data yang ada bisa diintegrasikan sehingga lebih mudah dipergunakan untuk keperluan pelayanan publik yang lebih baik,” ujar I Dewa Made Agung.(adl)