Kota-kota di Indonesia sudah mulai berlomba-lomba untuk menjadi Smart City, termasuk juga Kota Denpasar. Hal ini sudah lama menjadi prioritas di Kota Denpasar. Konsep Smart City merupakan konsep penataan kota dengan peningkatkan peran infrastruktur publik. Untuk mewujudkan hal ini langkah awal yang dilakukan adalah dengan menyamakan persepsi antar SKPD. Hal ini di bahas dibahas di Gedung Graha Sewaka Dharma di Aula Madya lantai II pada Rabu (16/12). Rapat ini dipimpin oleh Kepala Dinas Kominfo I Dewa Made Agung SE, MSi dan dihadiri oleh SKPD-SKPD terkait.
Smart city di kota denpasar bertujuan untuk Pengembangan dan Pengelolaan kota denpasar dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk menghubungkan, memonitor dan mengendalikan berbagai sumber daya yang ada di dalam kota dengan lebih efektif dan efisien untuk memaksimalkan pelayanan kepada warganya serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan. “Pada tingkat yang lebih maju, sudah ada aplikasi-aplikasi komputer yang dibuat dengan berbagai tujuan, dari meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja, sampai mempermudah dan memperluas jangkauan layanan publik” tutur Anom Prasetya.
SKPD Kota Denpasar sudah banyak memiliki aplikasi namun masih bersifat parsial. Dengan pengintegrasian aplikasi-aplikasi yang ada di SKPD akan membentuk sebuah Data Center sebagai acuan oleh pimpinan dalam menganalisa dan mengambil sebuah keputusan.
Hal yang paling penting menuju Smart City antara lain adalah integrasi. Seluruh data dan informasi yang dimiliki Pemerintah Kota Denpasar yang saat ini masih sifatnya sektoral pada masing-masing SKPD harus di Integrasikan melalui satu metode yang sesuai tanpa harus membangun dari awal. Selain integrasi juga Data Center maksimalkan atau perbaharui sistem yang sudah ada dengan memanfaatkan Data Center sebagai media pertukaran data dan informasi tanpa harus mengganti sistem tersebut. Dalam hal ini disebut Sistem Informasi Lintas Sektoral / Multi Sektoral. (din)
10 November 2025
26 Oktober 2025
25 September 2025