Menu

PERLU KOLABORASI PERANGI WABAH HOAKS

  • Senin, 18 Juli 2022
  • 255x Dilihat

Dunia digital menyediakan berbagai kemudahan, namun juga menyimpan dampak negatif yang perlu diwaspadai. “Pada era digital seperti sekarang, informasi tersedia sangat luas hampir tanpa batas sehingga menjadi tantangan bagi semua agar dapat memilah yang baik, benar dan bertanggungjawab,” ujar Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfos) Kota Denpasar Dr. I.B. Alit Adhi Merta, S.STP, M.Si saat membuka Diskusi Publik yang dilaksanakan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO)  Wilayah Bali bertempat di Hotel Grand Mirah Denpasar pada Senin (18/7).  
Pernyataan itu disampaikan dalam sambutan yang dibacakan Kabid Pengelolaan Informasi Publik (PIP) Gde Wirakusuma W., S.Sos saat membuka diskusi publik yang dirangkaikan dengan Deklarasi Mafindo Bali. 

Deklarasi dihadiri oleh  Presidium Mafindo, Pemerintah Kota Denpasar, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali, Komisi Pengawasan 
 dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali,   Komunitas Wanita Hindu Bali dan komunitas masyarakat lainnya. 

Lebih jauh Kabid Gde Wirakusuma menyampaikan bahwa saat pandemi mewabah, hoaks kesehatan juga merebak masif sehingga muncul terminologi infodemi. “Munculnya hoaks juga berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap program pembangunan pemerintah yang sesungguhnya ditujukan untuk kepentingan masyarakat,” jelasnya. Akibatnya masyarakat kehilangan kesempatan mendapatkan manfaat yang seharusnya mereka peroleh. “Hal ini menjadikan tantangan di ruang digital semakin besar sehingga diperlukan literasi digital secara terus menerus kepada semua kalangan,” jelasnya. 

Dinas Kominfos Kota Denpasar secara rutin melakukan literasi digital kepada pelajar SMP dan SMA/SMK, sekeha teruna teruni, PKK desa/kelurahan dan UMKM serta kelompok masyarakat lainnya. Tujuannya untuk meningkatkan kecakapan masyarakat dalam berinteraksi digital. “Dengan spirit vasudhaiva kutumbakam, semangat menyama braya, mari membangun kolaborasi dan sinergitas, demi tercapainya kesadaran digital bagi masyarakat,” tegas pria asal Buleleng ini. Diperlukan kontribusi semua lini, baik lembaga sosial masyarakat, kaum intelektual dan akademisi, serta  komunitas dalam mengedukasi masyarakat agar cakap, bijak dan berbudaya saat berinteraksi digital.