Menu

Puluhan Pelajar Adu Kreasi Lomba “Scrapping Book”

  • Kamis, 03 Desember 2015
  • 858x Dilihat

Puluhan siswa dari tingkat SD, SMP, SMA/SMK Negeri dan Swasta tampak sibuk didepan panggung pembukaan Denpasar Book Fair 2015. Dengan membawa perlengkapan seperti sterofoam, cat, kertas, bahan daur ulang dan perlengkapan lainnya para siswa ini beradu kreasi dalam Lomba “Scrapping Book” yang dibuka secara resmi Pj. Walikota Denpasar A.A Gede Geriya, Kamis (3/12) di Kawasan Pedestrian Jl. Kamboja Denpasar.

Bukan kali pertama lomba Scrapping Book di gelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar dalam memeriahkan Denpasar Book Fair, namun perlombaan ini telah dilaksanakan untuk keempat kalinya. Mesti tergolong perlombaan kreativitas baru yang dikenal dengan “Scraping Book” para siswa ini tampak telaten membubuhkan kreativitasnya membentuk sebuah informasi-informasi yang mengajakan masyarakat untuk hemat terhadap penggunaan air. Hal ini juga tak terlepas dari tema scraping book tahun ini yakni “Air sebagai Sumber Kehidupan” lewat tangan terampil siswa membentuk sebuah media tiga dimensi yang dibubuhi informasi-informasi ajakan. Pj. Walikota Denpasar A.A Gede Geriya juga berkesempatan meninjau langsung kreativitas siswa ini serta bercengkrama dengan siswa tentang karya scrapping book. Menurut Kasi Bina Usaha Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar Laxmy Saraswati, scrapping book tergolong dalam kreativitas baru siswa sekolah. Sebelumnya siswa sekolah mengenal dengan majalah dinding (Mading), namun saat ini Pemkot Denpasar mencoba mengajak siswa sekolah berkreasi dengan scrapping book membuat bentuk tiga dimensi dengan menggabungkan foto dan memberikan informasi penting terkait dengan tema yang diangkat. “Tahun ini kami mengajak siswa untuk berkreasi dengan tema pemanfaatan Air dalam kehidupan,” ujar Laxmi. Lebih lanjut Laxmi menjelaskan “Scrapping Book” berasal dari kata “scrap” yang berarti barang sisa dengan definisi sebagai seni menempel foto atau gambar di media kertas dan menghiasnya hingga menjadi kreatif. Awalnya “Scrapping Book” ini mulai dikembangkan di Jawa Timur, dan Pemkot Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan mencoba membawa kreativitas ini kepada siswa sekolah di Kota Denpasar yang tahun ini telah mampu memunculkan kreativitas-kreativitas baru scrapping book di Kota Denpasar.

Salah satu siswa sekolah SMP N 3 Denpasar Ayu Dewi yang ikut dalam perlombaan ini mengaku sangat tertantang dalam lomba “Scrapping Book”. Ia bersama teman kelompoknya sebanyak enam orang telah mempersiapkan berbagai keperluan dalam membuat “Scrapping Book” dengan tema air sebagai sumber kehidupan. “Kami menggunakan bahan-bahan daur ulang, seperti kain perca, kotak minuman, dan kertas bekas,” ujarnya. Dari bahan-bahan ini Ayu bersama teman-temannya mengaku akan membentuk sebuah tebing air yang mengalir dari atas menghidupi sebuah perkampungan warga. “Jadi dari karya kami ingin mengajak masyarakat untuk memanfaatkan air sebaik-baiknya, air habis akan berdampak pada kehidupan manusia,” tuturnya. (din)