Menu

RAI MANTRA AJAK PETANI DAN PENGERAJIN DENPASAR TINJAU e-FARMER DAN e-COMMERCE

  • Jumat, 19 Januari 2007
  • 1329x Dilihat
Untuk meningkatkan hasil produksi dan kualitas suatu produk dibidang apapun penguasaan IT (Informasi Teknologi) menjadi suatu keharusan. Sudah saatnya para petani dan pengrajin serta para steak holder memanfaatkan kemajuan dibidang teknologi . Demikian dikatakan Wakil Walikota Denpasar IB. Rai Darmawijaya Mantra, SE. Msi. ketika mengajak sejumlah petani dan pengrajin di Denpasar meninjau pemanfaatan Teknologi dengan berbasis Internet di Desa Pancasari Kecamatan Sukasada Buleleng, Jumat (19/1). Pada kesempatan tersebut Wawali didampingi Kadis Pertanian dan Kelautan Ir. Nengah Udiarsa, Kadis Perindag Drs. Dewa Gde Darendra, BkTeks, Ketua Bappeda Ir. A. A. Bagus Sudarsana, Dipl.PLG. Kepala Kantor PDE Drs. Nick Natawibawa serta Kabag Humas Made Erwin Suryadarma, SE. Rombongan ini juga didampingi oleh tim asistensi dari STIKOM Denpasar. “Sengaja kami mengajak para petani, pekaseh serta para pengerajin di Denpasar untuk melihat dari dekat bagaimana para petani di Pancasari memanfaatkan kemajuan teknologi terutama internet dalam mengelola dan pemasaran hasil-hasil pertanian melalui dunia maya atau e-Farmer,” ujar Rai Mantra. Sebenarnya Kata Rai Mantra, Denpasar sangat visible menerapkan teknologi ini dalam meningkatkan pendapatan para petani dan pengerajin. “Kedepan kami akan merancang bagaimana para petani dan perajin yang tergabung dalam Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Denpasar dapat memanfatkan teknologi ini dalam bidang pemasaran atau apa yang disebut dengan e-Commerce. Kita harus siapkan para petani yang profesional sekaligus menjadi marketing yang handal. Karena disitulah letak penting dan menjadi penentu dalam dunia bisnis,” tegas Ketua Hipmi Bali ini. Saat ini Pemkot Denpasar sedang merancang dan mematang suatu sistem terpadu pemasaran melalui internet (e-Commerce). Dan menurut rencana program ini akan dilaunching pada tanggal 27 Februari depan yang bertepatan dengan HUT. Kota Denpasar. Sementara itu Ketua kelompok Petani Muda Mandiri Desa Pancasari Wayan Kanten di dampingi penyuluh lapangan Nyoman Sama menjelaskan pada awalnya sangat sulit mengajak petani di Desanya untuk mendalami internet bahkan ada yang mencibir. Tetapi dengan penuh ketekunan kelompok yang berjumlah 12 orang ini akhirnya mampu membuktikan dengan keberhasilan kelompoknya dalam bidang pertanian. “Harus ada yang menjadi pionir dalam pengembangan sesuatu hal yang bersifat baru,” katanya. Dengan dibantu oleh Bank Dunia dan perusahaan komputer yaitu microsoft kelompoknya kini maju pesat. Komoditi yang dikembangkan saat ini adalah paprika dan strawberi. “Para petani anggota kelompok ini sudah terbiasa menggunakan internet untuk catting dengan petani di Jawa dan Sumatra maupun dengan petani manca negara untuk tukar pengalaman dan dalam pemasaran. Bahkan ada yang mengatakan petani di Pancasari berladang di Internet,” ujar Kanten. Untuk memperkuat kelompok tani ini dalam organisasi Kanten membentuk pusat pelatihan atau Center Training Learning Community (CTLC). Dalam wadah ini para petani yang baru bergabung diajari bagaimana caranya mengoperasikan komputer dan mengakses informasi lewat internet. Melihat keberhasilan petani di Pancasari ini Kadis Pertanian Kota Denpasar Ir. Nengah Udiarsa sangat tertarik untuk mengembangkan program tersebut di Denpasar. “Komoditi yang cocok dikembangkan di Denpasar adalah cabai dan melon, karena komoditi ini cocok dengan iklim dan suhu di Denpasar serta mempunyai nilai ekonomis yang tinggi,” katanya. (Dw)