Menu

SEMAKIN POPULER, WEBSITE PEMKOT “DISERANG”

  • Selasa, 20 Oktober 2015
  • 304x Dilihat

 

Website resmi Pemerintah Kota Denpasar, yaitu www.denpasarkota.go.id pada bulan Agustus yang lalu memperoleh penghargaan melalui penilaian yang dilakukan oleh media beritasatu.com. Ini membuat web www.denpasarkota.go.id semakin terkenal. Sangat disadari bahwa makin terkenalnya satu web, maka sebagai konsekuensinya akan timbul berbagai tantangan, salah satu diantaranya adalah terjadinya peretasan oleh berbagai pihak. Selain adanya tantangan peretasan terhadap web resmi Pemkot Denpasar, berbagai SKPD yang juga mempunyai web tersendiri (sub domain) tidak luput dari ancaman peretasan tersebut. Yang mana apabila terjadi peretasan di salah satu sub domain akan berimbas pula pada web denpasarkota.go.id serta sub domain lainnya.

Terkait dengan serangan hacker pada website www.denpasarkota.go.idbeberapa waktu yang lalu, Pemkot mengadakan rapat evaluasi website dan perubahan alamat subdomain SKPD pada Selasa (20/10) di Aula Utama Lantai 3 Gedung Graha Sewaka Dharma. Pertemuan ini dipimpin oleh Kepala Dinas Kominfo Kota Denpasar, yaitu Bp. Dewa Made Agung, SE, M.Si didampingi oleh Anom Prasetya selaku Kabid Piranti Lunak di Dinas Kominfo Kota Denpasar.

Dalam paparan yang disampaikan oleh Bapak Anom Prasetya tersebut dipaparkan hal-hal yang menjadi “pintu masuk” terjadinya peretasan. Selain itu juga telah dipaparkan langkah-langkah apa yang harus dilakukan oleh admin masing-masing sub domain untuk meminimalisir peluang terjadinya peretasan.

Pertemuan ini tidak hanya membahas pengelolaan website tetapi juga membahas tentang tampilan anyar PRO Denpasar. Setelah hampir dua tahun dilaksanakan, media PRO Denpasar (Pengaduan Rakyat Online) kini mengalami beberapa perubahan, baik perubahan dalam tampilan maupunperubahan dalam menunya. Diantaranya adalah adanya dashboard yang memberikan informasi awal secara menyeluruh menyangkut jumlah pengaduan, jenis-jenis pengaduan, tanggapan SKPD terhadap pengaduan yang masuk, grafik jumlah pengaduan (baik menurut jenis pengaduan maupun sumber/asal pengaduan).

Perubahan lainnya adalah adanya data pengaduan yang ditampilkan melalui grafik yang sudah dirinci menurut jenis-jenis pengaduannya, yaitu Layanan Publik, Lingkungan, Infrastruktur, Lalu lintas, Sosial & Tenaga Kerja serta Lain-lain. Sesi diskusi terasa hidup dan hangat karena banyak peserta yang berpartisipasi untuk menyampaikan pertanyaan, saran, pendapat, usulan terkait pengelolaan website dan subdomain. Dari data yang ada terkait dengan jenis pengaduan tersebut diharapkan Pemkot Denpasar bisa mengambil langkah-langkah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. (ccc)