Kota Denpasar terpilih sebagai salah satu kota besar di Indonesia yang mewakili 10 kota sekunder di Indonesia untuk berpartisipasi dalam program penelitian dan pengembangan (Research and Development) berjudul ““Microsoft Secondary City Project”. Riset ini melibatkan 40 kota sekunder yang tersebar di empat negara di kawasan Asia Tenggara, yakni Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Riset ini merupakan program penelitian dari Universitas Gadjah Mada. Oleh karena itu selasa (10/2) perwakilan dari UGM mewawancarai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Denpasar di Graha Sewaka Dharma Lantai 3 Dinas Kominfo.
Adapun tujuan dari riset ini adalah untuk meningkatkan pemahaman terkait tantangan yang dihadapi oleh kota-kota sekunder di Asia Tenggara dan untuk mengetahui sejauh mana Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) digunakan untuk menghadapi tantangan tersebut. Hasil dari riset ini diharapkan dapat membantu menumbuhkan kesadaran akan besarnya potensi TIK sebagai bagian solusi mengatasi permasalahan publik. Semua kota yang berpartisipasi dalam kegiatan ini akan ditampilkan profilnya pada publikasi hasil riset.
Hasil riset didapat dari hasil wawancara dan Kuesioner yang telah disebarkan oleh perwakilan dari UGM. Dari kuesioner yang disebarkan berhasil dikembangkan dengan berdasar pada lima komponen yaitu 1) TIK, pemerintahan, dan layanan publik; 2) TIK dan infrastruktur; 3) TIK dan ekonomi; 4) TIK dan Manusia; 5) TIK, kehidupan, dan keberlangsungan.
“Kota Denpasar sudah berhasil membuat beberapa inovasi yang membantu masyarakat Kota Denpasar, salah satunya adalah dengan Pembuatan “Tamiang” keyboard Aksara Bali yang membantu agar para generasi muda tidak melupakan budaya dan aksara Bali,” ungkap Dewa Made Agung. Selain itu dengan adanya PRO Denpasar warga Kota Denpasar merasa terbantu dan tersalurkan keluhan dan aspirasinya. (gsd)
10 November 2025
26 Oktober 2025
25 September 2025