Menu

Universitas Animasi Malaysia Tertarik Bekerjasama Dengan Pemkot

  • Selasa, 13 Oktober 2015
  • 1179x Dilihat

Visi Pemerintah Kota Denpasar menjadikan ibukota provinsi Bali ini sebagai kota animasi diapresiasi berbagai kalangan. Tidak hanya dari kalangan dalam negeri, namun juga dari negeri jiran. Setelah praktisi animasi Negeri Taiwan dan Amerika Serikat berkunjung, kini giliran para akademisi dan praktisi animasi Malaysia menjajagi kemungkinan bekerjasama dengan Pemerintah Kota Denpasar. “Animasi bisa menjadi industri masa depan yang sangat potensial dan masyarakat Bali mempunyai bakat untuk itu, terlihat dari beragam kreasi seni budaya yang dihasilkan,” tegas Vice Chancellor University College Sabah Foundation (UCSF) Prof. Datuk Dr. Ghazally Ismail saat diterima Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Denpasar I Dewa Made Agung SE M.Si di Graha Sewaka Dharma Senin (12/10). Datuk Ghazally berkunjung bersama Master Trainer Sabah Animation Creative Content Centre (SAC3) Abd. Jamil B. Ahmad dan jajaran akademisi UCSF.

Kadis Kominfo Dewa Made Agung menyambut baik kunjungan tersebut dan memaparkan potensi dan rencana pengembangan Kota Denpasar sebagai creative city. “Pemerintah Kota telah menetapkan visi menuju pada creative city dan tahap awalnya adalah Kota Animasi,” tegas Dewa Made Agung yang didampingi Ir. I Gusti Agung Putri Yadnyawati, M.SiDari Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu dan Penanaman Modal (BPPTSPPM),Kabid Perindustrian & Perdagangan I Nyoman Sudarsana,  S.Sos serta jajaran Dinas Kominfo Kota Denpasar.

Lebih jauh ditegaskannya bahwa dalam mengembangkannya telah dijalin koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak, khususnya pemerintah pusat dalam penyediaan pendidikan dan pelatihan serta dukungan infrastruktur. “Di Denpasar juga telah banyak berkembang sekolah tinggi dan universitas yang menekuni bidang teknologi informasi, animasi dan desain kreatif yang bisa menjadi pemasok sumber daya manusaia yang handal,” tegasnya. Ditetapkannya industri kreatif sebagai unggulan mengingat keterbatasan yang dimiliki Kota Denpasar. “Keterbatasan lahan dan keterbatasan sumber daya alam membuat pilihan menjadi kota kreatif sebagai inovasi memajukan perekonomian rakyat,” tegas Kadiskominfo Dewa Agung lagi.

Datuk Ghazally menyatakan bahwa ketertarikannya berkunjung ke Pemerintah Kota Denpasar setelah mengetahui Denpasar menuju creative city. “Dukungan kekayaan ragam seni budaya kreatif, potensi pariwisata yang besar jika dipadukan dengan potensi kreatif akan menjadi industri yang luar biasa,” jelas peneliti senior ini. Pihaknya menawarkan kerjasama berbasiskan project. “Kami cenderung bekerjasama dalam pengerjaan project yang bermanfaat bagi kedua belah pihak,” tegasnya. Sebab jika kerjasama berbasis infrastruktur, cenderung memakan waktu lama dan berbiaya tinggi. “Namun jika dikerjakan dalam bentuk project-project akan lebih berhasil guna dan bermanfaat bagi masyarakat,’ jelasnya.

Dicontohkannya project pembuatan animasi e-guide. “E-guide dapat menjadi pemandu bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Denpasar tentang daya tarik wisata unggulan, tempat wisata kuliner favorit, atraksi budaya dan lain-lain yang bermanfaat bagi wisawatan,” tegasnya. Bagi pemerintah dan masyarakat lokal, e-guide dapat meningkatkan perputaran perekonomian.(ccc)